Potensi pulau-pulau kecil yang tertidur

June 4, 2011 at 1:22 pm Leave a comment

Indonesia sebagai Negara kepulauan yang memiliki pulau yang cukup banyak berdasarkan hasil survey dirjen KP3K terdapat sebanyak 13.000 pulau yang terbentang dari sabang sampai merauke. Namun sayangnya pulau –pulau ini sebagian belum memiliki nama yang jelas, kabar baik terdengar dari rencana dirjen KP3K yang akan mendeposit nama pulau-pulau di Indonesia di PBB,

Tentunya dengan jumlah pulau sebanyak 13.000, Kawasan pulau-pulau kecil memiliki potensi sumberdaya alam dan jasa lingkungan yang tinggi dan dapat dijadikan sebagai modal dasar pelaksanaan pembangunan Indonesia di masa yang akan datang. Kawasan ini menyediakan sumberdaya alam yang produktif seperti terumbu karang, padang lamun (seagrass), hutan mangrove, perikanan dan kawasan konservasi.  Pulau-pulau kecil juga memberikan jasa lingkungan yang besar karena keindahan alam yang dimilikinya yang dapat menggerakkan industri pariwisata bahari. Dilain pihak, pemanfaatan potensi pulau-pulau kecil masih belum optimal akibat perhatian dan kebijakan Pemerintah selama ini yang lebih berorientasi ke darat.

Pulau-pulau kecil selama ini kurang mendapat sentuhan kebijakan pembangunan karena pada umumnya letaknya terpencil, kondisi transportasi kurang memadai serta sarana dan prasarana yang terbatas. Pengembangan pulau-pulau kecil diprioritaskan  pada berbagai kegiatan pembangunan yang berbasis pada kekuatan sumberdaya lokal. Oleh karena itu pengelolaan pulau-pulau kecil yang berbasis lingkungan dan berbasis masyarakat menjadi prioritas utama.

Pengelolaan pulau pulau kecil di Indonesia untuk dijadikan sebagai sebuah kawasan wisata rasanya belum dipahami potensinya oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia, merujuk dari banyaknya resort-resort yang didirikan oleh warga Negara asing di Indonesia harusnya menjadi cerminan bagi anak bangsa bahwa betapa besar potensi yang dimiliki oleh pulau-pulau kecil di Indonesia sehingga mampu menarik minat warga Negara asing untuk menanamkan asetnya di Indonesia. Mengapa harus warga Negara asing mengapa bukan para pribumi yang menjadi pengelola pulau pulau kecil itu, apakah kita tidak mampu, jawabanya tentu saja kita mampu hanya perlu adanya sedikit dorongan dari berbagai pihak baik swata maupun pemerintah.

Optimasi pemanfaatan sumberdaya pulau-pulau kecil harus dilakukan secara terencana dan terintegrasi dengan melibatkan peranserta masyarakat setempat, sehinga dapat mewujudkan pemafaatan potensi sumberdaya yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Berdasarkan hal tersebut di atas maka pengelolaan kawasan pulau-pulau kecil sudah menjadi kebutuhan yang mendesak.

Berbagai upaya menuju ke arah pengelolaan pulau kecil yang produktif telah dilakukan, sebagai contoh terbitnya UU No.27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, tertib administrasi nama pulau, serta bantuan sarana dan prasarana seperti Listrik Tenaga Surya (LTS) yag dimulai dari tahun 2003 dan telah terpasang sebanyak 3911 buah untuk SHS 50 Wp, sayangnya UU hanyalah sekedar UU melihat banyaknya pulau yang masih belum tersentuh, namun kita harus memberi apresiasi kepada pemerintah yang masih mau meluangkan waktunya untuk memperhatikan keberadaan pulau-pulau kecil.

Bangunlah wahai pemuda pemudi bangsa yang tertidur pulas oleh kapitalisme. Terdiam dengan penindasan yang secara intelektual membelenggu kita, mengapa bukan kita yang menjadi penggerak di bangsa yang tercinta ini, bukankah kita sama seperti yang lainya,yang menjadikan kita berbeda adalah semangat untuk perubahan, jika setiap pemuda tertanam dihatinya semangat akan perubahan niscaya, kita hanya butuh beberapa tahun untuk membawa bangsa ini di barisan terdepan dunia.

Resapi makna dari pesan bung karno ini :

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

penulis : irfan alwi ( mahasiswa program study manajemen sumberdaya perairan, jurusan perikanan, fakultas ilmu kelautan dan perikanan, universitas Hasanuddin, Makassar)

sumber :

ditjen KP3K KKP.

http://archive.kaskus.us/thread/2573030

 

Entry filed under: Pengelolaan ekosistem. Tags: .

>Proses moulting dan faktor faktornya hubungan ekosistem mangrove pada padang lamun dan terumbu karang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


penulis

kalender

June 2011
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d bloggers like this: